Ini adalah kisah dimana keperawanan ku direnggut oleh nya, lelaki yang tidak bertanggungjawab yang seharus nya membayar semuanya. Tetapi dia meninggalkan semuanya dan akhirnya aku harus membayarnya sendiri dengan air mata.
perawan
Keperawananku Direnggut di Kamar 402
- DAN-DAN's blog
- 52 Komentar
- baca selanjutnya
- 1432 kali dibaca
Kamu Tidak Perawan Lagi (kalo ketemu aku)
Hai girls, kenalin aku Play Boy
Walaupun kalian tahu aku seorang Play Boy (atau emang ga tau?) kalian para gadis akan menerima aku dengan tangan terbuka, bener kan? hehehe
Apalagi kalian para gadis Kristen, bukankah Yesus bilang kita harus saling mengasihi sesama, ya nggak? hehehehe
Walaupun saya tahu kalian gadis anak baek-baek, saya akan bantu kalian supaya menemukan siapa diri kalian sebenarnya.
- minie's blog
- 63 Komentar
- baca selanjutnya
- 1607 kali dibaca
Perawan pendamping kematian
“Apa kamu sanggup mencarikan perawan berumur antara 17 – 19 tahun untuk jadi istri saya biar waktu saya meninggal nanti saya tidak sendirian?” tanya lelaki itu. Kalau duda ini masih berumur di bawah 40 tahun saya tidak akan terkejut mendengar tantangan ini. Tetapi usianya sudah kepala tujuh. Ganti ia yang terkejut ketika saya mantap menjawab, “Tidak masalah! Kapan saya antar perempuan itu ke rumah Oom?” Edan! Apa sekarang purnomo sudah alih profesi jadi germo on line?
- Purnomo's blog
- 7 Komentar
- baca selanjutnya
- 871 kali dibaca
Aku Seorang Pelacur
Aku yang di puja dan yang di hina
Akulah si pembawa malu dan keindahan..
- joli's blog
- 49 Komentar
- baca selanjutnya
- 7626 kali dibaca
Aku sudah tidak perawan (part 2)
Ini kisah lanjutan dari apa yang terjadi di bagian pertama Aku sudah tidak perawan... :(.
Beberapa bulan kemudian....
- Priska's blog
- 276 Komentar
- baca selanjutnya
- 158690 kali dibaca
Aku sudah tidak perawan... :(
Suara dobarakan pintu itu membuyarkan lamunanku. Kontan saja aku berlari dan dengan sesegera membukakannya (takut dimarahi ibu kost kalo' sampai pintu itu rusak). Dan dengan sangat terheran-heran, aku lihat seorang cewek yang bermata sembab dan sayu, wajah pucat pasi, rambut tidak beraturan sedang berdiri di depanku. Perlu waktu beberapa menit untuk aku mengenali cewek itu. Dan ternyata... dia teman sekamarku (dulu).
- Priska's blog
- 17 Komentar
- baca selanjutnya
- 9118 kali dibaca





