terlanjur

suatu hari... pernah ada seorang cewek kecil yang bilang bahwa tampang gue lucu banget kalo lagi ketawa lepas...

"muka kamu bener2 berubah nis. kalo kamu ga senyum, semua orang cenderung berpikir bahwa kamu adalah seorang serius dan pemarah, sosok yang menakutkan untuk didekati. tapi ketika kamu senyum dan ketawa lepas, bayi pun akan nempel ke kamu tanpa ragu. kamu, definitely, harus lebih sering tersenyum kayak gini", jawabnya waktu gue tanya, "lucunya emang kayak apa sih kalo gue senyum? bukannya biasa aja yah?".

sampai sekarang, ketika gue dan dia tidak pernah bertemu lagi... gue selalu inget kata2 itu. bahkan, actually, kata2 itulah yang bikin gue selalu keinget ke si cewek kecil ini.

we had never been closed. dia hanyalah salah seorang teman adikku sekaligus seseorang yang dulu pernah kebetulan sama2 jadi pengurus sebuah perekutuan kecil di jalan dago, bandung. rumah cewek kecil ini deket ama tempat kami bersekutu sehingga rumah dia sering dijadiin tempat meeting darurat. but lepas dari itu, she's no one for me.

hari ini, pas browsing di facebook, gue ngeliat dia nge-tag satu lagu dengan menulis begini: "i don't believe He brought me this far to leave me".

"hey? ada apa nih?", pikir gue. walau ga deket, tapi berhubung dia temen adik gue, gue suka denger kabar-kabar tentang dia. tentang dia diputusin sama pacarnya yang adalah juga temen sekolah gue. tentang kakaknya yang merit ama orang amerika selatan setelah diselingkuhin sama tunangan nya. dsb. "cewek yang walau baik dan lucu, koq nasibnya sial banget?", pikir gue.

well, enough ngelanturnya... singkat kata, gue jadi pengen tau... "lagu apa sih yang dia tag?", so gue donlod lagu itu.

...and gue suka lagunya :-)

liriknya klise... tapi entah gimana, si klise ini cocok sama apa yang gue pikirin lately. (hehehe, berarti maybe hidup gue juga klise).

"I just can't give up now
I've come too far from where I started from
Nobody told me the road would be easy
and I don't believe He brought me this far to leave me"

kata orang jawa... "wis kagok, kepalang tanggung, nyebur aja sekalian".

kata memes...

"Seribu ragu yang kian menyerang
Tapi diriku terlanjur sayang
Walau arah mata angin melawan
Tapi ku bertahan dan kuberjalan"

pertanyaan gue (yang mungkin juga klise) adalah... "salahkah perasaan ini?".

gue bertanya seperti itu bukan untuk mencari pembenaran untuk katakanlah berpindah ke lain hati. bukan perasaan sayangnya yang gue pertanyakan.

yang gue pertanyakan (dan pikirkan, doakan, gumuli, dijadiin guyon, dsb) adalah "ketika nanti semuanya sudah selesai, entah hasilnya bagus ataupun jelek, apakah Dia akan sedih bila tahu bahwa gue pernah merasa seperti ini? merasa bahwa udah kepalang tanggung deh... merasa bahwa ini bukan masalah bagus atau nggak, cuma kebeneran aja gue udah kepalang nyebur, jadi kalau mah basah, yah basah aja sekalian...?".

intinya adalah... ketika nanti selesai, entah baik atau jelek hasilnya... dalam prosesnya, gue sudah nggak terlalu peduli akan apapun, yang penting gue ga kabur dan let's see where this road gonna take me... bukan karena gue semanget melakukannya, tapi lebih karena "udah kagok jek".

"salahkah perasaan (pertanyaan) ini?"

 

ps.

btw, lagu enak itu bisa diliat disini.

king heart's picture

Tidak ada yang salah kecuali...

Kata Pusat Bahasa yang salah itu terlanjur semestinya telanjur ha ha ha ha

Tapi romantis dan melankolis abis.....

 

 

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

__________________

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Purnawan Kristanto's picture

Kadhung Nis

kata orang jawa... "wis kagok kadhung, kepalang tanggung, nyebur aja sekalian". Bisa juga pake kata "kagol", tapi kurang pas

 


__________________

All About Writings

@kh & wawan

@kh:

melankolis sih jelas, tapi romantis ???

hehehe, dalam hubungan gue dengan Dia, gue masih belom bisa melihatnya lebih dari hubungan ayah dan anak laki. pemikiran tentang hubungan romantis dengan Tuhan masih membuat gue bergidik secara gue adalah lelaki dan Dia juga digambarkan sebagai lelaki. merinding2 ala maho... itu yang gue rasain kalo hubungan dengan Tuhan ini ditag sebagai "romantisme" ;-)

@wawan:

oh "kadhung" to? ah ga enak ah, kuping gue lebih mantep kalo pake kata "kagok" ;-)

Purnawan Kristanto's picture

Dasar wong kagol!

Dasar wong kagol!


__________________

All About Writings