YLSA SABDA.org Blog SABDA SABDA Katalog

Ide dari antah berantah 2

Di jilid 1, banyak yang belum tersingkap mengenai gejala masa depan adalah perulangan dari masa lampau atau dengan kata lain apa yang terjadi di masa depan sesungguhnya sudah terjadi di masa lampau. Banyak hal yang harus digali apakah ide ini sahih atau sampah. Terlepas dari itu semua, ada satu kisah yang sangat menarik di ALKITAB orang Kristen. Kisah ini ditulis oleh Matius, Markus dan Lukas.

Kisah Simon menyangkal Yesus 3 kali adalah kisah yang selalu diingat ketika bercerita tentang akhir perjalanan Yesus di Dunia sebagai manusia. Saya menyebut Simon alih-alih Petrus karena Simon adalah nama aslinya sedangkan PETRUS adalah nama populer yang diberikan oleh Yesus kepada-nya.

Kisah Simon itu adalah sebagai berikut :

Waktu Paskah sudah mulai dekat dan Yesus beserta murid-muridNya berkumpul memecah roti dan minum anggur disebuah rumah. Yesus mengetahui waktunya sudah sangat dekat dan Yesus sudah mulai menyiapkan segala sesuatunya. Ketika berkumpul Yesus sang pemimpin mulai bercerita tentang kematian yang akan dia hadapi. Seterusnya Yesus mengadakan perjamuan. Di perjamuan itupun dia mengibaratkan daging dan darahnya adalah Roti dan anggur. Sampai terjadi Yesus menjelaskan kalau murid-muridnya akan meninggalkan dia dan tercerai berai. Ketika penjelasan ini diutarakan, Simon dengan gagah berani mengatakan kalau dia akan setia sampai mati (Bisa dibaca di injil bagaimana kata2 Simon).

Yesus akhirnya berterus terang kalau Simon telah menyangkal Dia (bisa dibaca di kitab injil). Sekilas memang tidak ada yang aneh dari perkataan itu, namun kalau kita baca lagi, muncul pertanyaan: Mengapa YESUS mengatakan Simon telah menyangkal Dia? Bukankah Simon belum menyangkal Dia waktu itu? Simon baru menyangkal Dia di masa depan (kurang lebih beberapa jam setelah perjamuan), lalu mengapa Yesus berkata "telah", bukankah harusnya "akan"?

Terlepas dari benar tidaknya terjemahan atau kesalahan memaknai kalimat, yang pasti Yesus telah mengatakan sesuatu yang telah terjadi dimasa depan. Simon bisa menggunakan free will-nya (kehendak bebasnya) namun kalimat Yesus yang tetap berlaku.

Ada anekdot seperti ini : Simon sengaja menyangkal Yesus untuk membuktikan bahwa perkataaan Yesus benar. (hahahaha). Bagaimana kalau Simon tidak menyangkal, berarti Yesus secara sah dinyatakan mengucapkan kata dusta???

Tetapi yang pasti, Yesus telah memilih jalur dimana Simon pasti (100%) mutlak menyangkalnya. Jalur yang dipilih Yesus sudah terkunci jadi tidak bisa diubah lagi. Darimana Yesus tahu jalur itu ??? Yesus tahu jalur itu karena Yesus pernah mengalaminya sebelumnya. Kemungkinan Yesus telah mengalami kasus itu telah membuat dia tahu, jalur mana yang pasti akan membuat simon menyangkal Dia (hehehehe)

Beginilah perkataan pengkhotbah :

Apa yang pernah ada, akan ada lagi dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru dibawah matahari.

Beginilah perkataan wahyu :

Firman-Nya lagi kepadaku: " Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. "

 

Josia Sembiring

 

sandman's picture

@Josia anekdot...

Kenapa simon cuma menyangkal yesus 3 kali?

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

@ sandman

Karena Yesus memilih jalur dimana Simon menyangkal 3x. Yesus bisa saja memilih jalur Simon menyangkal 10x, tapi Yesus tdk melakukannya. Kenapa??? 

Mungkin Yesus pikir Simon mesti lebih hebat dari keledai yang dia tunggangi. (hahahaha)

 

PlainBread's picture

Mengapa YESUS mengatakan

Mengapa YESUS mengatakan Simon telah menyangkal Dia? Bukankah Simon belum menyangkal Dia waktu itu? Simon baru menyangkal Dia di masa depan (kurang lebih beberapa jam setelah perjamuan), lalu mengapa Yesus berkata "telah", bukankah harusnya "akan"?

Karena pake aorist tense.

The only difference between a sarcasm and a satire is the first one is usually done with anger while the later one is done with a smile - PlainBread

@ PlainBread (Roti Tawar)

Hehehe....Terimakasih buat informasi dan koreksinya.

Tense itu tidak saya ketahui...

PlainBread's picture

@Josie_Sembiring

Sama2. Saya dapetnya gratis, saya share ke anda gratis juga.

Aorist tense itu mirip tense yang sering dipake di bahasa Indonesia, tense yang simple, bukan past tense, bukan future tense, karena tense itu dipake di dalam suatu kalimat yang tidak mempedulikan soal time frame, tapi mempedulikan keseluruhan proses kata kerjanya.

Saya makan nasi goreng --> Aorist tense. Tidak ada penunjuk waktu kapan dilakukan.

1 Pet 1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur --> "kering" dan "gugur" di situ pake aorist dalam bahasa asinya. Tapi gak diterjemahin sebagai past tense di bhs Indonesia, walaupun di bhs Inggris diterjemahin sebagai past tense.

Kadang aorist tense diterjemahkan sebagai past tense, saya kurang paham di situ kenapa. Mungkin karena ada indicative mood, misalnya di ayat tersebut "setelah ayam berkokok". Kata "telah" yang ada di ayat  Mat 24:34 setau saya tidak ada di tulisan aslinya (karena memang bahasa aslinya pake aorist tense).

The only difference between a sarcasm and a satire is the first one is usually done with anger while the later one is done with a smile - PlainBread

Pniel's picture

'sebelum' dan 'telah'

Mengapa YESUS mengatakan Simon telah menyangkal Dia? Bukankah Simon belum menyangkal Dia waktu itu? Simon baru menyangkal Dia di masa depan (kurang lebih beberapa jam setelah perjamuan), lalu mengapa Yesus berkata "telah", bukankah harusnya "akan"?

Kalau tidak melihat teks ayatnya, jadinya gue juga tambah bingung ne ...hehehe...

Matius 26:34 Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

Disini kata 'telah' dikaitkan dengan kata 'sebelum' yang ada dalam suatu konteks kalimat yang menunjuk kepada apa yang akan Petrus lakukan, bukan dalam posisi pada waktu Yesus bernubuat.

ATAU ....

bisa juga diartikan bhw nubuat itu walaupun belum terjadi tetapi itu begitu pastinya sehingga kepastiannya sama seperti kejadian yang telah lewat.

You have made us for Yourself O Lord and our heart is restless until it rests in You.

hai hai's picture

@Sand, Cuman tiga Kali

Kenapa simon cuma menyangkal yesus 3 kali?

Karena ayamnya keburu berkokok.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

sandman's picture

@Josia hi hi hi

Tuh jawaban yang bener, karena ayamnya keburu berkokok, entah bagaimana jadinya kalau ayam tidak keburu berkokok.

Tanya lagi deh, anekdot:

Kamu tahu kenapa Yesus berjalan di atas air ketika menemui simon petrus?

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

alvarez's picture

Ayam JF yg berdesah dan mendesis

Kira-kira sekitar pukul 2 dini hari ketika JF nonton pilem, tiba2 ayam dipilem mendesah penuh kenikmatan, saat itulah JF teringat Simon yg belum sempat menyangkal Yesus. Bertanyalah JF dalam hati : mana lebih dulu, ayam mendesah atau Simon menyangkal Yesus?

bwi hi hi hi

@sand

Kalau ayamnya ga keburu berkokok, bisa jadi Yesus keringat dingin (hahahaha)

Gila loe sand, gw ga mahir jawab anekdot...

Anyway, gw jawab selintas di pikiran gw aja:

Karena Simon ada di Kapal yang ada diatas air danau, kalau kapalnya diatas monas, pasti Yesus jalan diudara...

sandman's picture

@Josia he he he

Tahu gak kalau orang indonesia berkata kepada orang pelit? Dasar Yahudi loe!! nah Yesus kan orang yahudi, daripada keluar duit untuk ongkos perahu, kan lebih baik jalan di atas air. 

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.

Huanan's picture

mesti berkokok

ayamnya tidak mungkin tidak berkokok, karena memang sudah DITETAPKAN untuk berkokok. ;-)

 

 

Tante Paku's picture

Ayam tidak akan berkokok,...

Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku." (Luk. 22:34)

Pertanyaannya : "Apakah kalau Petrus tidak menyangkal ayam juga tidak berkokok?"

Kira-kira 5.200 tahun yang lalu ayam mungkin telah dijinakkan di India. Ayam pada masa itu untuk diadu dan tidak diternakkan sebagai bahan makanan sampai beberapa abad sebelum zaman Yesus.

Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya,  tetapi kamu tidak mau.(Luk. 13:34)

 

 

 

@ tante paku

wakakakakaka....

Boleh juga tuh,

Pertanyaan ke Yesus :

" Tuhan, apakah engkau akan menutup mulut Ayam sampai Petrus menyangkalmu 3 kali?"

PlainBread's picture

Ayam berkokok - Sebab Akibat

Beberapa bible scholars bilang "ayam berkokok" adalah istilah militer Romawi saat itu untuk pembunyian terompet saat pergantian tugas jaga terjadi dari shift midnight ke shift jam 3 pagi. Tapi toh waktunya sama, ayam berkokok sebelum matahari terbit alias kurang lebih jam 3-4 pagi. Jadi apakah itu beneran ayam yang berkokok, atau terompet yang dibunyiin tentara Romawi terdengar setelah Petrus menyangkal?

Ayam akan tetap berkokok, dengan atau tanpa nubuatan Yesus. Jadi hubungannya bukan sebab akibat, tapi kerangka waktu saja ("sebelum ...").

Yang menyedihkan memang kalo hubungannya sebab akibat, akhirnya bisa terlihat seakan2 seorang Petrus yang mulia malah masuk ke dalam predestinasi seekor ayam, bukan ayam yang masuk ke dalam predestinasi Petrus. Hehehe.

The only difference between a sarcasm and a satire is the first one is usually done with anger while the later one is done with a smile - PlainBread

sandman's picture

@PB kok serius amat...

Dari anekdot bisa jadi serius begini, tapi thx buat informasinya, menambah wawasan juga.

 

Karena kita sungguh berharga bagi-Nya dan Dia mengasihi kita.